Terapi Anak Autis dan Behavior Analyst

 

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya apa sih autisme itu? Cuma mendengar si ini anaknya autis, si itu anaknya autis juga, tapi tidak paham apa sebetulnya autisme itu. Kata itu sekarang menjadi sangat umum di dengar, karena faktanya memang saat ini 1 dari 68 kelahiran anak adalah autis (data dari CDC Amerika th 2014), malahan anak yg didiagnosa autisme per tahun melebihi dari kumulatif jumlah anak terkena AIDS, diabetes dan kanker. Autisme juga terjadi di semua ras, etnik dan juga sosial ekonomi. Jadi tidak benar kalau diasumsikan ini kondisi perkotaan atau orang kaya saja. Faktanya mungkin kesadaran mereka lebih tinggi untuk memeriksakan kondisi anak ke dokter. Autisme lebih banyak diderita oleh anak laki-laki di banding perempuan dengan perbandingan hampir 1:5. Kenapa demikian? Itupun belum ada yang bisa menjawab dengan pasti, tetapi diduga kondisi ini ada hubugannya dengan mutasi kromosom X.

Anak yang memiliki autisme, memang memiliki kelainan di fungsi otaknya. Bagaimana dan kenapanya, itu pun belum diketahui dengan jelas. Yang pasti gejalanya terlihat dalam perilaku sang anak. Menurut DSM V (klasifikasi kelainan mental oleh professional di Amerika) th 2013, autisme didefinisikan sebagai kelainan dalam komunikasi dan interaksi sosial, serta sang anak memiliki keterbatasan dan pengulangan dari perilaku atau aktivitas. Banyak anak autis memiliki kemampuan bahasa, tetapi memiliki keterbatasan untuk komunikasi 2 arah. Mereka tahu dan paham benda termasuk warna dan bentuknya, tetapi begitu ditanya apel warnanya apa, mereka akan kebingungan atau tetap menjawab apel karena bahasa dari anak autis yang kaku. Di lain waktu mereka berbicara tetapi hanya meniru atau mengulang2 kata (echolalia) tanpa paham maknanya. Contoh lain seorang anak autis akan memiliki pengulangan motorik seperti flapping hand (melambai2 tangan), jalan jinjit, membariskan mainan, sangat hapal jalan dari sekolah ke rumah dan jika kita lewat jalan lain, mereka akan menangis. Kelainan ini terdeteksi biasanya di usia 2-3th di saat anak normal sudah pandai berbicara dan komunikasi sementara anak autis mengalami keterlambatan bicara atau memiliki bahasa yang aneh, tetapi sebetulnya gejala yang ditimbulkan sudah dapat terdeteksi di usia 1th, malahan di beberapa anak dapat dideteksi dari bayi.

Fakta menunjukkan anak autis bukan anak yang tidak bisa belajar, mereka hanya memiliki pola belajar yang berbeda karena kondisi mereka yang berbeda. Malahan, sekitar separuh dari anak autis memiliki IQ rata-rata atau di atas rata-rata. Siapa tak kenal Einstein, Newton dan Mozart? Beberapa analisis menunjukkan bahwa mereka memiliki keterlambatan bicara dan menunjukkan gejala autis, tetapi ternyata mereka adalah manusia sangat jenius di bidangnya.

Lalu, kalau mereka memiliki kemampuan, kenapa mereka memiliki masalah dalam perkembangannya? Karena perbedaan di otaknya, mereka tidak memiliki ketertarikan untuk interaksi sosial, jadi mereka merasa cukup dengan dirinya sendiri. Mereka tidak termotivasi oleh lingkungan untuk mempelajari hal-hal baru sementara anak normal belajar dari lingkungan dan interaksi sosial. Jadi, bagaimana menimbulkan motivasi dan keinginan mereka untuk belajar atau berinteraksi sosial? Bagaimana mengarahkan anak-anak autis untuk belajar? Applied Behavior Analysis (ABA) adalah salah satu metoda pengajaran yang efektif untuk anak autis dan berkebutuhan khusus.

ABA adalah ilmu sains (artinya berdasarkan metoda yang valid dan menggunakan data) untuk menganalisa perilaku makhluk hidup dan secara sistematik mengubah perilaku tersebut supaya menjadi lebih baik/diterima lingkungan. Awalnya ABA berada dibawah ilmu psikologi digunakan untuk pengelolaan perusahaan: meningkatkan efisiensi perusahaan, pengelolaan perusahaan atau mencapai tujuan diri seperti mengurangi ketergantungan terhadap alcohol, rokok. Namun dalam perkembangannya sekarang juga dikembangkan dibawah ilmu pendidikan karena berkembang sebagai metoda pengajaran anak autis dan berkebutuhan khusus.

Pada awalnya, metoda ABA dikembangkan oleh Lovaas tahun 1987. Hasil studi menunjukkan bahwa hampir separuh dari anak-anak autis yang dia tangani dengan intensif (40 jam seminggu) menggunakan terapi ABA sebelum usia 3th, tidak dapat dibedakan dengan anak normal saat mereka berada di kelas 1 SD. Disini tidak berarti ABA dapat menyembuhkan autisme, tetapi ABA dapat membantu anak autis untuk hidup lebih mandiri dan membantu pengembangan anak autis dengan metoda yang efektif dan terarah. Tetapi harus dipahami, bahwa autis adalah sebuah spektrum yang tampilan anaknya pun bervariasi. Program dan hasil terapi secara ABA tentu akan menjadi unik untuk setiap anak.

Di Amerika, saat ini ABA sudah digunakan sebagai terapi dalam penanganan anak autis dan kebutuhan khusus bersama-sama dengan terapi yang lain seperti terapi bicara, terapi Occupational therapy (OT) atau Sensory Integration (SI) dan Physical Therapy (PT). Terapi ABApun telah di ganti asuransi asal pelaksanaannya dibawah pengawasan seorang certified behavior analyst (BCBA, Board Certified Behavior Analyst). ABA dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai macam skills seperti meningkatkan kemampuan prososial: mengajarkan bahasa, akademik, kemandirian, dll. Selain itu ABA dapat digunakan untuk mengurangi perilaku bermasalah seperti tantrum, memukul kepala sendiri, tidak fokus belajar, dll

Catatan:
BCBA (Board Certified Behavior Analyst) adalah Behavior Analyst yang bersertifikat international bergelar Doktor/Master di bidang ABA dari universitas terakreditasi, praktek minimal 1500 jam dibawah bimbingan langsung BCBA yang bersertifikat dan lulus ujian internasional untuk menjadi BCBA. Website:

Peringatan: Informasi yang saya tulis harap digunakan sebagai informasi yang memperkaya pengetahuan anda, tetapi sebaiknya anda komunikasikan dengan professional yang menangani anak anda sebelum diterapkan. Ilmu yang saya sampaikan sesuai dengan keilmuan yang saya pelajari tetapi harus dipahami bahwa setiap kasus anak adalah unik. Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman atau penyalahgunaan dari informasi yang anda terima.

 

One Reply to “Terapi Anak Autis dan Behavior Analyst”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *