Tips dan Trick Belajar Di Rumah

Sudah beberapa minggu ini diberlakukannya belajar dirumah. Banyak orangtua yang kebingungan bagaimana menghadapinya. Sebagian sekolah dengan fasilitas online yang baik, benar-benar memberlakukan sistem online, belajar full online sama persis dengan yang di sekolah, hanya sekarang dilakukan dirumah. Sebagian lain hanya memberikan waktu check-in, menjelaskan sedikit dan kemudian memberikan tugas yang harus anak selesaikan karena keterbatasan fasilitas termasuk juga kuota internet. Sebagian lain ada yang memberikan tugas-tugas lewat email, WA atau malahan sama sekali tidak memberikan guidance apa-apa.Bagaimana orangtua menyikapinya.

Mungkin beberapa hal dibawah ini tips-tips yang bisa membantu orangtua supaya dapat membimbing anaknya melewati masa belajar krisis ini:

Berikan pengertian pada anak bahwa ini bukan liburan, ini adalah masa krisis dimana sekolah tetap dilaksanakan hanya dipindah kerumah. Jadi aturan yang berlaku saat hari sekolah dan akhir pekan tetap berlaku. Jam berapa bangun, jam berapa tidur, jam makan, istirahat, bergerak, dll. Usahakan patuh dengan hal tersebut. Bangunkan anak dipagi hari seperti saatnya mereka bersekolah, dan tetap melakukan kegiatan rutin seperti biasa sarapan, jam sekolah, jam istirahat, dan yang paling penting tetap ditekankan anak tidur di waktu yang sama jika bersekolah. Jika perlu jelaskan situasi saat ini dengan sosial story supaya anak mengerti bahwa ini situasi berbeda.

Visual skedul akan membantu rutinitas apa yang akan dilakukan hari itu, seperti: Bangun tidur, Mandi, Sarapan, Belajar, Makan Siang dan Istirahat, Terapi, Bermain Sore, Mandi, Istirahat, Makan Malam, Santai Malam, Tidur·

Siapkan suatu tempat khusus sebagai tempat belajar. Jika anda memiliki anak lebih dari satu, coba dilihat apakah mereka saling mendukung atau malah saling mengganggu. Jika mendukung boleh ditempatkan berdampingan, tetapi jika saling mengganggu ada baiknya dijauhkan, bisa dalam ruangan yang sama atau berbeda·

Komunikasikan dengan guru atau terapis materi, target atau tugas-tugas yang perlu diselesaikan hari itu atau minggu itu. Siapkan materi atau alat-alat tulis yang diperlukan sebelum pengajaran online dimulai. Disiplinkan pada anak bahwa tugas hari itu selesai hari itu, jangan ditunda atau mengambil tugas berikut. Jika anak terlihat ingin sekali menyelesaikan tugas hari berikut, komunikasikan dengan guru atau terapisnya apakah boleh atau tidak. Guru atau terapis adalah orang yang tahu kemampuan anak dan juga memiliki rencana dalam pengajaran materi.

Untuk anak yang sulit bekerjasama atau masih kecil dan masih harus selalu ditunggui dalam belajar sementara kita memiliki tugas rumah yang harus dilaksanakan, kita bisa menggunakan konsep ABA yang lebih terstruktur. Misal berikan di awal waktu anak 10 menit belajar 10 menit bermain (reinfocer) selama 10 menit itu kita bisa meninggalkan anak dan mengerjakan tugas rumah. Pelan-pelan kita tingkatkan waktu belajar menjadi 15 menit dan bermain (reinforcer) selama 8 menit, demikian seterusnya sehingga anak bisa 30 menit belajar dan bermain (reinforcer) selama 5 menit. Waktu ini pun bisa kita sesuaikan. Jika kita perlu mengerjakan tugas dalam waktu yang agak lama, kita pun bisa meningkatkan waktu bermain (reinforcer) menjadi 30 menit setelah anak belajar/terapi selama 30 menit. Untuk membantu anak memahami konsep ini dapat digunakan visual skedul dan juga timer yang bisa berbunyi sehingga anak paham waktu untuk berganti kegiatan. Jadi jelaskan konsep ini menggunakan visual skedul (gambar atau tulisan):· Contoh skedul belajar dirumah sebagai berikut: Matematika, Reinforcer Lego, Belajar, Membaca, Snack, Reinforcer Mobil-mobilan, Menulis, Reinforcer Bermain Motorik, Makan Siang, Terapi, Reinforcer HP, Terapi, Reinforcer Bermain Prakarya, Terapi, Bermain sambil belajar, misal membuat kue, Snack sore, Istirahat nonton TV, Makan malam, Santai malam hari, Tidur.

Setelah anak terbiasa kita bisa meningkatkan menjadi 2 waktu belajar dan baru 1 kali reinforcer bermainCatatan: waktu dan skedul disesuaikan umur dan kemampuan sang anak. Anak yang masih usia dini untuk fokus 20 menit pun adalah waktu yang cukup lama. Tetapi anak yang sudah terbiasa sekolah, harus bisa fokus selama waktu seperti yang dilakukan di sekolah misal 45 menit. Bagaimana mengetahuinya? Coba di observasi berapa lama anak tahan untuk duduk diam dan mengerjakan tugas? Jika hanya 5 menit, mungkin kita targetkan 5 menit tugas, 5 menit reinforcer, tetapi kemudian ditingkatkan dengan 10 menit tugas 10 menit reinforcer atau 5 menit tugas 1 dan 5 menit tugas 2, baru reinforcer 5 menit.

Jangan lupa untuk melakukan semua ini sambil menyenangkan jadi anak tidak terpaksa saat melakukan tugas-tugas sekolah. Ingat teori ABA konsep ABC. https://www.rurysoeriawinata.com/teori-behavior-abc-dan-reinforcers/

Jangan mengancam anak supaya anak mengerjakan tugasnya, hal ini bisa menyebabkan anak trauma dengan belajar dirumah. Jelaskan aturan belajar yang berlaku dirumah, tugas dulu baru reinforcer. Ingat, kita belum tahu kapan krisis ini berakhir, mungkin begini cara belajar yang harus dilakukan saat ini.· Bersabar dan lakukanlah dengan menyenangkan. Jika anda tegas terhadap aturan yang diberlakukan dirumah sehingga anda memiliki instructional control terhadap anak, pasti anak menuruti anda.

Jika masih bingung tentang pairing dan instructional control, pelajari lagi di website https://www.rurysoeriawinata.com/mengajarkan-instructional-control/, https://www.rurysoeriawinata.com/822-2/, dll

Jangan terpancing dengan problem behavior anak, pelajari fungsi behavior anak. Apakah anak ingin sesuatu, ingin atensi, menghindar apakah otomatis? Otomatis murni adalah sangat jarang terjadi sehingga untuk sementara ini anda bisa abaikan. Mungkin anak akan menguji anda dengan melakukan problem behavior untuk menghindari tugas, coba observasi lagi apa yang kurang pas yang sudah anda lakukan. Coba perbanyak reinforcer dan jika anak sudah bekerjasama lagi, kurangi reinforcer dan tambahkan tugas sehingga sesuai dengan target yang seharusnya. Artikelnya bisa anda pelajari di sini: https://www.rurysoeriawinata.com/mengatasi-problem-behavior-pada-anak-autis/.

Saat ini banyak sekali media yang mengajarkan beberapa konsep yang menarik buat anak secara visual sehingga sambil menonton atau interaksi anak dapat belajar bermacam konsep. Anda bisa mencari di youtube atau situs-situs belajar yang saat ini banyak ditawarkan secara gratis atau jika bayarpun tidak mahal seperti ruang guru (https://sekolahonline.ruangguru.com/), belajar membaca, belajar menulis https://www.handwritingpractice.net/.

Belajar jaman sekarang dan terapi ABA bukan hanya melulu berurusan dengan kartu-kartu tetapi dengan alat bantu yang lain. Siapa bilang ABA mengharamkan penggunaan gadget?· Memang tidak disarankan terlalu lama menggunakan gadget atau Ipad, tapi banyak sekali metoda pembelajaran menarik yang ditawarkan oleh Ipad atau Android. Anak bisa belajar dari gadget tetapi masih dalam pengawasan orangtua

Siapkan permainan yang bersifat menyenangkan di rumah seperti kartu, ular tangga, ludo, monopoli, matching games atau mungkin permainan bersama yang bersifat motoric yang sekarang sudah mulai dilupakan seperti tarik tambang, lari kelereng, lomba karung, makan kerupuk, lompat tali, dll. Banyak yang didapat dari anak dalam permainan yang berbentuk interaksi sosial seperti konsep bergantian, menang kalah, selain bermacam konsep verbal operant seperti mand, tact, echoic, imitasi, listener dll.

Jika anak tidak bisa anda tinggalkan sementara anda harus melakukan kegiatan rumah, ajarkan anak untuk membantu kita mengerjakan tugas rumah. Berikan tugas sederhana yang anak bisa lakukan, seperti mengatur piring, mengumpulkan sendok, melipat baju, mengelap meja, memasukkan baju ke mesin cuci, mengupas wortel (bukan pakai pisau), mengaduk adonan tepung, dll Disitu selain mengajari anak mandiri, banyak sekali target terapi yang dilakukan seperti imitasi, mengikuti perintah, interaksi sosial, mand, tact, echoic, menyamakan, intraverbal, dll. Untuk anak yang lebih besar tentu bisa dilakukan tugas yang lebih mandiri seperti cuci piring, menyapu lantai, mengepel, setrika, dll sehingga anda bisa meluangkan waktu untuk mengawasi anak yang lebih kecil.· Contoh visual skedul dan prosedurnya dapat anda download di FB Grup Rury ABA/VB Untuk Autisma secara gratis