Mengajarkan Kemampuan Baru

*
*
*
Idealnya sebelum membuat rencana kemampuan apa yang perlu kita akan ajarkan kepada anak, kita harus melakukan assesmen sehingga kita mengetahui level anak dimana dan kemampuan apa saja yang anak tidak milki. Untuk anak usia dini, assessmen secara VB menggunakan VB-MAPP atau ABLLSR. Baiklah kita asumsikan sudah melakukan asessmen terhadap anak dan sudah menyusun program sesuai hasil assessment. Contohnya pengajaran ini saya mencoba menyusun program untuk early learner, anak yang memilki kemampuan masih terbatas atau kalau dalam VB-MAPP disebut anak typical dengan level 1 (0-18 bulan), atau bisa disebut adalah anak usia berapa saja tetapi memilki perkembangan bahasa dan sosial rata-rata anak typical dibawah 18 bulan. Bagaimana cara mengajarkan kemampuan baru ini terhadap anak?
*
Yang pertama kita lakukan adalah menentukan tempat terapi. Walaupun tidak harus selalu dilakukan diatas meja, tetapi idealnya 75-90% dari waktu untuk mengajarkan kemampuan baru dilakukan di meja untuk memberikan batasan pada anak, espektasi untuk fokus dan menuruti perintah. Hal ini pun baik untuk persiapan anak ke sekolah dan mengurangi kemungkinan anak tidur di lantai atau duduk W. Walaupun tentu kita harus memikirkan usia sang anak. Jika anak dibawah umur 3th, tentu bisa kita lebih variasikan dengan aktivitas bermain yang lain. Lokasi terapi tidak harus berada di dalam kamar sendiri, bisa juga dipojokan ruang tamu atau ruang keluarga, tetapi untuk pemula disarankan di tempat yang anak agak sulit untuk keluarnya.
*
Metoda yang digunakan dalam melatih kemampuan baru menggunakan errorless learning. Kenapa harus errorless learning? Karena mengurangi anak membuat kesalahan, anak selalu atau hampir selalu benar sehingga anak senang belajar, semakin sering dia benar semakin sering dia mendapatkan reinforcernya. Prinsipnya adalah setelah presentasi tugas, anak di prompt (petunjuk jawaban yang benar jika anak tidak tahu jawabannya), dan diharapkan anak memberikan respons. Sebelum melakukan terapi, perlu dilakukan baseline ke masing-masing target, apakah anak tahu dengan target itu. Misal mengajarkan kata-kata pertama anak. Baselinenya berapa kata anak itu bisa, dan kata-kata apa saja?
*
Contoh errorless learning.
  • Terapis mengajarkan anak untuk melabel mobil, terapis sudah pernah mencoba anak tidak tahu mobil
    Terapis bertanya       : “Apa ini?” 0 detik
    Terapis menjawab    : “Mobil”
    Anak respons echo  : “Mobil”
    Transfer —
    Terapis bertanya       : “Benar, apa ini?”
    Anak menjawab       : “Mobil”
    Terapis                        : Memberikan reinforcer/reward dan pujian “pintar”, “hebat”

*

  • Terapis mengajarkan anak untuk menyentuh hidung, dan terapis sudah mencoba bahwa anak tidak bisa melakukan itu
    Terapis instruksi         : “Sentuh hidung”. 0 detik
    Terapis menarik tangan anak untuk menyentuh hidung
    Anak                            : Menyentuh hidung dengan full physical prompt (full dibantu) oleh terapis
    Transfer —
    Terapis instruksi         : “Benar… sentuh hidung” Terapis menyentuh siku anak untuk diarahkan ke hidung.
    Anak                            : Menyentuh hidung dengan sedikit prompt dari terapis.
    Terapis                         : Memberikan reinforcers/rewards sambil memuji. “Hebat bisa menyentuh hidung”

*

  • Jika anak sudah mahir dengan ketrampilan di atas, bisa di ditanyakan pertanyaan sebagai distract baru kembali lagi ke pertanyaan semula. Pertanyaan dengan 2-3 pertanyaan mudah, kembali ulangi dari atas.
  • Jika terjadi kesalahan dalam anak menjawab, kita harus mengkoreksinya, seperti sbb:
  • Terapis mengajarkan anak untuk melabel mobil, terapis sudah pernah mencoba anak tahu mobil, tetapi memberikan jawaban yang salah “bola” Terapis bertanya           : “Apa ini?”
    Anak menjawab           : “Bola”
    Terapis bertanya           : “Apa ini?” 0 detik – “Mobil” Sekaligus menjawab
    Anak respons echo      : “Mobil”
    Transfer –
    Terapis berkata             : “Benar, apa ini?”
    Anak menjawab           : “Mobil”
    Terapis                            : Memberikan reinforcer/reward dan pujian “pintar”, “hebat”

Dalam pemberian prompt ada beberapa teknik dan jenjang (hierarchy), tetapi dalam metoda errorless learning karena kita ingin anak selalu benar, kita menggunakan prinsip prompt sesedikit mungkin tapi tetap menghasilkan jawaban benar dari sang anak.

  • Visual dan textual prompt: dengan gambar atau tulisan, contohnya visual schedule
  • Verbal prompt: pengarahan secara verbal direct dan indirect
  • Gestural prompt: mengarahkan jawaban dengan menunjuk atau dengan mata
  • Modeling prompt: terapis mencontohkan gerakan yang diinginkan
  • Partial physical prompt: mengarahkan jawaban yang benar dengan memegang sedikit tubuh anak (hanya mencolek lengan)
  • Full physical prompt: mengarahkan jawaban yang benar dengan memegang anak sampai melaksanakan perintah, misalnya memegang tangan
*

Pada awalnya reinforcers/rewards diberikan setiap jawaban benar, tetapi tentu kita ingin anak tidak bergantung dengan reinforcers dalam mengerjakan tugas, sehingga kita perlu mengurangi pemberian reinforcers secara berkala yang disebut (schedule of reinforcement). Jadwal pembe

rian reinforcerspun ada beberapa teknik, tetapi yang paling efektif adalah variable ratio schedule reinforcers, atau reinforcers/reward diberikan setiap rata-rata dari variable rasio jawaban yang benar, contohnya adalah VR3 artinya reinforcers diberikan setiap rata-rata 3 jawaban benar dari sang anak, tetapi ini adalah rata-rata, jadi dalam 1 set (10 trial) reinforcersnya bisa diberikan setiap 2 atau 4 atau berapa saja tetapi rata-rata dalam 1 set trial adalah 3. Jika anak di awal terapi anak diberikan setiap 1 jawaban benar, kemudian secara berkala dikurangi reinforcersnya dengan contohnya VR3, VR5, kemudian VR 7, demikian seterusnya sehingga tidak perlu lagi reinforcers.

*
Kenapa variable schedule of reinforcement paling efektif, karena behavior biasanya kuat dan stabil, anak tidak tahu kapan mendapatkan reinforcers, contohnya mesin ding dong di kasino, kenapa orang seperti menyandu mainan itu?
*
Setiap terapi selalu diambil datanya supaya kita mengetahui progress dari sang anak. Kita tahu apa saja kemahiran yang diajarkan, kapan diajarkan dan kapan mahirnya. Anak dikatakan mahir jika memberikan jawaban minimal 80% benar dalam 3 hari berturut-turut dalam kesempatan pertama. Kebijaksanaan dari pengambilan data mungkin saja berbeda sesuai kebijaksanaan center. Contoh form dari pengambilan data terlampir. Jika diperlukan, data juga dapat ditampilkan dalam bentuk visual (grafik) untuk memudahkan analisa.
*
Peringatan: Informasi yang saya tulis harap digunakan sebagai informasi yang memperkaya pengetahuan anda, tetapi sebaiknya anda komunikasikan dengan professional yang menangani anak anda sebelum diterapkan. Ilmu yang saya sampaikan sesuai dengan keilmuan yang saya pelajari tetapi harus dipahami bahwa setiap kasus anak adalah unik. Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman atau penyalahgunaan dari informasi yang anda terima.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *