Penanganan Echolalia Pada Anak Autis Usia Dini

*
*
Echolalia adalah pengulangan dari kalimat atau kata-kata yang biasanya ditemukan di anak usia dini saat dia baru mulai belajar bicara dan biasanya menghilang dengan sendirinya di usia 30 bulan seiring dengan mahirnya kemampuan berbahasa anak. Echolalia banyak terjadi di anak autis, bahkan termasuk salah satu gejala anak terdiagnosa autis berdasarkan DSM-5 (standar diagnose autisme) walau tidak semua anak autis menunjukkan gejala ini. Karena perkembangan bahasa dari anak autis kurang baik, banyak anak autis yang terhenti di echolalia dan kurang bisa menggunakan bahasanya sebagai bentuk komunikasi yang bermakna. Echolalia, pengulangan kata-kata atau kalimat yang bisa terjadi langsung setelah mendengar atau bisa berhari-hari, bahkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan sesudah itu, contohnya sering kita mendengar anak autis yang menirukan kalimat-kalimat di radio, TV atau film.
*
Pada awalnya echolalia dianggap sesuatu yang kurang baik dan harus dihilangkan tetapi studi membuktikan bahwa echolalia bisa juga memiliki fungsi dasar sebagai tanda proses belajar bahasa karena echolalia membuktikan bahwa anak dapat mengingat sesuatu atau mengingat contoh percakapan sehinga diharapkan bisa menjadi kekuatan mereka. Echolalia juga menunjukkan masalah dalam pembelajaran bahasa anak autis, bahwa anak autis belajar bahasa secara besar (kalimat) bukan per kata-kata dan mereka kesulitan untuk berpikir secara kreatif dan logis dan mengubah echolalia menjadi bahasa yang fungsional.
*
Echolalia juga bisa timbul jika anak tidak tahu jawaban dari pertanyaannya sehingga hanya mengikuti semua kalimat atau kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh penanya. Echolalia juga muncul karena anak stress atau tidak tahu apa yang dia harus lakukan, disini echolalia berfungsi sebagai ‘stimming’ dan anak sedang mencari keseimbangan sensorinya. Jadi kita juga harus memperhatikan fungsi dari echolalia itu sendiri. Biasanya jika kemampuan berbahasa anak ini sudah lebih kompleks, echolalia akan menurun dengan sendirinya.
*
Tips-tips untuk mengatasi echolalia:
  • Latihlah kemampuan berbahasa anak dengan
  1. Teknik manding (requesting) dan tacting (labeling), dengan manding konsep bahwa saya ingin sesuatu saya dapat sesuatu menggambarkan hubungan interaksi komunikasi yang tidak sama dengan echolalia, demikian juga tacting yang menjawab apa ini apa itu? Ada hubungan timbal balik antara pertanyaan dan jawaban.
  2. Sesuai perkembangan anak dalam VB-MAPP (alat assessment secara verbal behavior), setelah anak mahir manding dan labeling (minimal 10 manding dan 10 labeling) anak dapat diajarkan intraverbal (menjawab pertanyaan timbal balik). Ajarkan pertanyaan-pertanyaan sosial dengan metoda ABA “Seperti siapa namamu?”, “Berapa umurmu?” Juga pertanyaan-pertanyaan pengetahuan umum untuk anak usia dini seperti “Kamu makan dengan_____”, “Kamu tidur di_____”, “Apakah yang dihasilkan lebah?”, “Apakah yang kamu lihat di langit?” Gunakan VB-MAPP intraverbal subtest sebagai panduan. Melatih intraverbal akan memberikan petunjuk pada anak akan apa yang harus dia jawab dari sebuah pertanyaan

*

  • Untuk kata-kata yang saat ini digunakan anak dan anak echolalia, berikan jawaban seharusnya setelah pertanyaan. Kemudian sekali lagi tanyakan sehingga anak mengerti jawaban apa yang seharusnya dia ucapkan. Contoh: “Apakah yang dihasilkan lebah?” Anak menjawab “lebah”. Jadi begitu pertanyaan “Apakah yang dihasilkan lebah? Madu” (langsung terapis menjawab madu). Anak menjawab “madu” Sekali lagi ditanyakan “ Apakah yang dihasilkan lebah?” Anak menjawab “madu”. Prompt ini pun pelan-pelan harus dikurangi sehingga anak dapat menjawab secara mandiri.
*
  • Karena anak-anak autis ini visual learner, mengajarkan jawaban dari pertanyaan ini juga bisa menggunakan gambar sebagai visual prompt. Jadi anda bisa meletakkan gambar kartu madu di depan anak. Jumlah kartu sebagai visual prompt (dan distractornya) tergantung dengan kemampuan si anak antara 1-10. Setalah anak mahir, kartu bisa dihilangkan. Contoh: “Apa yang dihasilkan lebah?” Sebagai promptnya, anda dapat menunjuk kartu madu untuk jawaban yang benar. Anak menjawab “madu”. Prompt pun pelan-pelan dikurangi sehingga anak dapat menjawab secara mandiri.

*

  • Dalam kegiatan sehari-hari kita juga bisa menyelipkan aktivitas tanya jawab, dimana kita harus memposisikan sebagai mereka dalam menjawab pertanyaan. Contoh dalam bermain ular tangga, jika tiba giliran anak bermain, kita bisa tanya, giliran siapa? Kita menjawab dengan “saya” memposisikan sang anak bahwa sekarang adalah giliran dia.

*

  • Pahami fungsi dari echolalia dan arahkan bahasa itu menjadi fungsional sesuai anak. Jika anak echolalia “es krim, es krim” setiap melewati supermarket. Kita arahkan menjadi bahasa yang fungsional. Mungkin anak ingin makan es krim, jadi kita bisa tanyakan “Adek mau es krim” kemudian contohkan permintaannya “Aku mau es krim” atau “makan es krim” . Pilihlah kalimat sesederhana mungkin sesuai kemampuan sang anak.

*

  • Beberapa anak yang stress, gelisah atau tidak ada kegiatan terkadang menjadi echolalia, disini echolalia berfungsi sebagai stimming sehingga kita bisa mengarahkan anak untuk terlibat kegiatan yang interaktif 2 arah dan bermanfaat.
*
Peringatan: Informasi yang saya tulis harap digunakan sebagai informasi yang memperkaya pengetahuan anda, tetapi sebaiknya anda komunikasikan dengan professional yang menangani anak anda sebelum diterapkan. Ilmu yang saya sampaikan sesuai dengan keilmuan yang saya pelajari tetapi harus dipahami bahwa setiap kasus anak adalah unik. Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman atau penyalahgunaan dari informasi yang anda terima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *