Memulai ABA/VB

*

Anak dengan autisma memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Meskipun mereka bisa berbicara tetapi belum tentu bisa menggunakan bahasanya secara fungsional. Verbal Behavior (VB) adalah metoda pengajaran anak autis menggunakan pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA) yang terbukti dapat meningkatkan komunikasi anak autis. VB membagi bahasa ekspresif menjadi 4 bagian yaitu Mand (meminta), Tact (melabel), Echoic (meng-echo) dan Intraverbal (menjawab pertanyaan) sehingga diharapkan anak tidak hanya bisa bisa bicara dengan melabel (Tact) atau meng-echo (Echoic) tetapi juga bisa menggunakan bahasanya secara fungsional untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan meminta sesuatu (Mand) atau menjawab jika ditanya (Intraverbal).

Tulisan ini dibuat sebagai arahan untuk anda yang baru mengenal ABA ataupun VB sebagai metoda pembelajaran untuk anak autis. Artikel dan video dari topik-topik dibawah ini dapat anda temukan semua di website www.rurysoeriawinata.com.

Saya baru dengar ABA dan VB, darimana saya harus memulainya?

Sebelum memulai program, tentu anda harus memahami konsep dasar pemikiran dari ABA dan VB, sehingga anda harus memulai dari membaca artikel dari awal, dengan urutan sebagai berikut:

  • Terapi anak autis dan behavior analyst
    Artikel ini membahas bahwa anak autis memiliki kemampuan untuk belajar tetapi karena perbedaan dalam otaknya mereka tidak memiliki ketertarikan untuk belajar dan berinteraksi sosial dengan lingkungan, padahal anak typical (normal) belajar dari lingkungan. Bagaimana menciptakan kemampuan ini? Sehingga digunakanlah ilmu behavior dalam ABA (Applied Behavior Analysis). ABA awalnya dikembangkan oleh Dr. Lovaas dengan DTT (discrete trial teaching), tetapi sekarang ABA sudah memiliki banyak teknik dan meliputi lingkup yang lebih luas. ABA dapat digunakan untuk menurunkan problem behavior dan mengajarkan berbagai macam kemampuan baru pada anak autis.

 

  • Mitos-mitos tentang ABA
    ABA sering digambarkan sebagai metoda yang kaku seperti robot, memaksa, tidak alami, dan hanya mengajarkan sesuatu yang berulang-ulang. Padahal ABA yang komplit adalah tidak hanya meliputi DTT saja tetapi menyeluruh, tidak hanya di atas meja tetapi di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Harus dipahami bahwa anak autis memiliki cara belajar yang berbeda dengan anak typical sehingga yang dilihat orang seperti berulang-ulang secara berlebihan, tetapi untuk anak autis terbukti efektif. ABA tidak berjalan sendiri, tetapi idealnya, seperti penanganan di Amerika Serikat, intervensi anak autis dilakukan oleh 1 tim yang terdiri dari psikolog, terapi ABA, terapi OT/SI, terapi wicara dan sekolah jika anak sudah bersekolah (sekolah khusus maupun inklusi). ABA akan berhasil jika dilakukan sejak dini, sesegera mungkin, begitu terlihat keterlambatan perkembangan dari sang anak, dan paling baik jika dilakukan dibawah 3 tahun. Teknik ini juga berguna untuk mengajarkan ketrampilan terhadap anak yang sudah besar dan dewasa. Misal pelatihan kemandirian, pelatihan kerja, dll. ABA akan lebih optimal jika dilakukan secara intensif, di antara 10-40 jam seminggu.

 

  • Mengatasi problem behavior
    Anak autis memiliki keterbatasan dalam berbahasa dan komunikasi, sehingga beberapa dari mereka melakukan problem behavior sebagai cara mereka untuk berkomunikasi. Untuk mengatasi problem behavior ini, kita harus mengobservasi fungsi dari perilaku tersebut sehingga kita dapat menurunkan problem behaviornya. Apakah karena atensi, tangible, menghindari tugas atau otomatis. Kunci untuk menurunkan problem behavior adalah dengan tidak memberikan yang menjadi fungsi dari behavior itu. Satu behavior bisa memiliki fungsi yang berbeda, atau beberapa fungsi pada saat yang bersamaan.

 

  • Teori behavior ABC dan reinforcer
    Teori dasar dari ABA adalah teori behavior ABC. A adalah antecedent, B adalah behavior dan C adalah consequencenya. Antecedent adalah kejadian, orang atau sesuatu yang terjadi di lingkungan langsung sebelum behavior. Consequence adalah sesuatu atau perubahan dari lingkungan yang langsung terjadi sesudah behavior dan mengontrol behavior. Ada 2 jenis consequences yaitu reinforcement dan punishment. Reinforcement adalah consequences yang meningkatkan probabilitas behavior terjadi di masa depan. Sementara punishment adalah consequences yang menurunkan probabilitas behavior terjadi di masa depan. Sebisa mungkin punishment dihindari karena dapat menimbulkan masalah seperti trauma, agresif, tantrum, dll. Kunci dari keberhasilan terapi ABA adalah reinforcement atau pemberian reinforcer yang tepat sehingga memberikan motivasi untuk belajar pada sang anak, yang dapat meningkatkan probabilitas terjadinya behavior di masa depan.

 

  • Pengenalan verbal behavior
    Verabal behavior adalah salah satu metoda ABA yang mengajarkan kemampuan baru untuk anak autis, dimana bahasa dipandang sebagai behavior yang dapat dibentuk dan di-reinforce melalui media orang lain. Dalam verbal behavior, ungkapan receptive (mengerti) dan ekspresif (berbicara) tidak cukup, sehingga BF Skinner (pencetus verbal behavior, 1957) membagi kemampuan bahasa ekspresif ini dalam 4 jenis (verbal operant) yaitu manding, tacting, echoic dan intraverbal. Keempat kemampuan ini harus berjalan seimbang sehingga terbentuk bahasa yang baik dari sang anak. Dalam verbal behavior, masing-masing dari verbal operant di atas akan di assess dan diajarkan terpisah. Kemampuan yang lebih tinggi dapat digunakan untuk melatih kemampuan yang lebih rendah.

Setelah paham konsep dasarnya, idealnya anda harus melakukan assessment dahulu sebelum menyusun atau melaksanakan programnya, salah satunya dengan menggunakan VB-MAPP. Disini anda bisa memilih belajar tentang VB-MAPP dulu atau anda penasaran dengan apa yang diajarkan. Jika anda ingin memilih belajar tentang VB-MAPP dulu silahkan klik “VB-MAPP” (ini belum selesai diajarkan masih dalam proses pengajaran setiap 2 minggunya di FB Grup : Rury ABA/VB Untuk Autisma). Artikel dalam VB-MAPP:

  • Pengenalan VB-MAPP
    VB-MAPP (Verbal Behavior Milestones Assessment and Placement Program) adalah alat assessment yang dikembangkan oleh Mark. L. Sundberg, Ph.D., BCBA-D, yang secara komprehensif meng-assess kemampuan berbahasa dan sosialisasi pada anak autis atau anak terlambat perkembangan bahasanya, dengan menggunakan prinsip ABA dan Skinner’s verbal behavior. Hasil assessment dari VB-MAPP dapat menentukan level instruksi yang tepat untuk sang anak dan juga membantu untuk merencanakan program yang tepat. VB-MAPP disusun berdasarkan perkembangan anak typical, yang dicoba terhadap 75 anak typical dan 200 anak autis.
  • VB-MAPP Milestones 1
  • VB-MAPP Milestones 2
  • VB-MAPP Milestones 3
  • VB-MAPP Milestones 4
  • VB-MAPP Milestones 5
  • VB-MAPP Milestones 6
  • VB-MAPP Barrier Assessment
  • VB-MAPP Transition Assessment

Jika anda ingin paham dulu tentang istilah-istilah di dalam VB-MAPP dan apa yang diajarkan dan bagaimana mengajarkannya, anda bisa memilih “Menyusun Program ABA/VB Untuk Anak Usia Dini”. Artikel dalam program ABA/VB untuk anak usia dini:

  • Kemampuan Baru
    Disini diterangkan apa yang harus dilakukan sebelum memulai terapi seperti tempat terapi, metoda pengajaran dengan errorless learning, teknik prompting, teknik pemberian reinforcer, teknik pengambilan data.

 

  • Discrete Trial Teaching
    Membahas tentang Discrete Trial Teaching dalam pengajaran ABA. Discrete Trial Teaching (DTT) adalah membagi sebuah kemampuan menjadi langkah-langkah kecil dan mengajarkan satu langkah dalam satu waktu sampai menjadi mahir. Sistem pengajarannya dalam bentuk pengulangan (repetisi) dengan memberikan reinforcement, jika perlu dibantu dengan prosedur prompt.  DTT adalah salah satu teknik pengajaran dibawah naungan ilmu Applied Behavior Analyst. Jadi DTT tidak sama dengan ABA, tetapi merupakan sebagian kecil dari ABA.

 

  • Mand (ini yang paling penting dalam konsep VB)
    Mand adalah request atau meminta sesuatu bisa barang atau aktivitas yang diinginkan. Sebelum behavior (antecedent) nya adalah ingin sesuatu misal kue, behaviornya bilang ‘kue’, sesudah behavior (reinforcer=reward) adalah kue. Mand adalah satu-satunya bahasa ekspresif yang reinfocersnya menguntungkan anak yaitu barang/aktivitas yang diinginkan. Reinforcers inilah yang menjadi motivasi yang sangat kuat untuk mand dan membuat anak ingin berbicara atau komunikasi. Mand juga akan mengurangi problem behavior karena anak dapat mengkomunikasikan apa yang dia inginkan.

 

  • Tact dan Ecoic
    Tact adalah melabel benda. Dalam konteks teori behavior ABC, antecedentnya adalah sesuatu yang masuk ke panca indera kita (lihat, cium, dengar, rasa dan raba), behaviornya adalah berkata benda tersebut dan konsekuensinya adalah reinfocers yang bersifat umum, misal pujian. Jadi jika kita melihat/mencium bau kue (antecedent), behaviornya kita bicara “kue”, reinforcernya non-specific (misalnya pujian). Tact dilatih setelah mand.
    Echoic adalah imitasi bunyi yang dicontohkan oleh terapis. Antecedent dari echoic adalah verbal “kata”, behaviornya adalah “kata” yang sama dan konsekuensinya adalah non specific reinforcement misalnya pujian. Echoic penting karena merupakan dasar dari pengajaran kata-kata baru. Biasanya anak autis memiliki kekurangan dalam imitasi dari behavior orang lain termasuk didalamnya verbal imitasi, sehingga perlu di ajarkan secara intensif. Contoh: terapis berkata “kue”, anak berkata “kue” dan konsekuensinya adalah non specific reinforcer (misalnya pujian).

 

  • Intraverbal
    Intraverbal adalah kemampuan seseorang untuk merespons pernyataan/pertanyaan dari lawan bicaranya. Antecedentnya adalah vokal pernyataan/pertanyaan, responsnya adalah verbal dan konsekuensinya adalah non specific reinforcer misalnya pujian. Contohnya adalah antecedentnya berbentuk “Apakah makanan favoritmu?”, behaviornya adalah anak berkata “kue” dan konsekuensinya adalah pujian, “pintar, jempol, dll”. Tujuan dari training intraverbal adalah anak akan menjawab dengan kata yang sesuai dengan pernyataan/pertanyaan tetapi tidak sama (bukan echoic). Banyak anak autis yang dapat berbicara, tetapi mereka hanya meng-echo apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya, bukan merespons dengan pernyataan/pertanyaan yang tepat.

 

  • Imitasi Gerakan dan Mengikuti Perintah
    Kemampuan anak untuk imitasi gerak dari orang lain merupakan kemampuan penting untuk perkembangan bahasa dan sosial dari sang anak karena secara alami anak belajar dengan cara meniru dari lingkungan, gerakan atau vokal. Jika anak dapat mengikuti gerakan dari orang lain, anak dapat belajar banyak kemampuan tanpa atau sedikit training. Sebagian anak autis tidak dapat mengikuti imitasi gerak, meskipun gerakan sederhana sehingga memerlukan training tersendiri untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
    Mengikuti perintah sederhana (one step instruction). Untuk anak-anak yang belum patuh mengikuti perintah atau kurang paham listener responding, maka training dapat dimulai dengan mengikuti perintah sederhana satu langkah. Kemampuan mengikuti perintah adalah sangat penting untuk kehidupan sehari-hari dan keberhasilan akademik. Training mengikuti perintah sederhana bersamaan dengan training imitasi gerakan.

 

  • Listener Responding
    Listener responding atau receptive language adalah kemampuan anak untuk mengikuti dan merespons bahasa dari orang lain secara benar dengan gerakan dimana anak harus mampu mengikuti bermacam perintah dari yang sederhana hingga yang kompleks. Dalam teori behavior ABC, untuk listener responding antecendent berbentuk verbal, behaviornya adalah respons terhadap antecedent yang berbentuk gerakan dan reinforcernya adalah non-specific reinforcer misalnya makanan, minuman, pujian, dll. Contoh: jika terapis bertanya “tunjuk kue” sebagai antecedent, responsnya dengan menunjuk kue dan konsekuensinya adalah mendapat reinforcer yang diinginkan. Dalam tulisan ini dibahas tentang instruksi, identifikasi obyek, menyamakan (matching-to-sample), mengenali anggota tubuh, serta kemampuan menengok dan datang jika dipanggil.

 

  • Bermain dan Sosial
    Kemampuan bermain pada anak umumnya terjadi secara alami dan merupakan sarana anak untuk berinteraksi, belajar dan mandiri. Bermain juga merupakan dasar bagi anak untuk dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Kemampuan bermain di anak typical terjadi secara spontan dan mendapatkan reinforcers kesenangan secara langsung. Bermain adalah juga sarana untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Sayangnya banyak anak autis yang tidak memiliki kemampuan bermain secara alami, sehingga perlu diajarkan secara sistematis. Untuk mengajarkan kemampuan bermain, anak harus sudah memiliki sedikit listener responding, imitasi dan mengikuti perintah sederhana.
    Dalam kemampuan sosial, anak autis biasanya akan memiliki nilai yang lebih rendah dari kolom yang lain. Banyak kemampuan sosial adalah program spontan yang sangat sulit diajarkan. Jika dari hasil assessment anak minim sekali memiliki kemampuan sosial, ajarkan anak skills dari VB-MAPP level 1 dulu sebelum diajarkan kemampuan sosial karena mereka membutuhkan kemampuan berbahasa dan komunikasi sebelum bisa melakukan aktivitas sosial. Tetapi, ada kemampuan sosial yang harus diajarkan dari awal adalah kemampuan salam dan membalas salam (hai).

 

  • Kesimpulan dan Kesalahan
    Dalam kesimpulan ini dituangkan beberapa saran dalam menjalankan program ABA, contohnya dengan mengajarkan task variation (variasi tugas) menggunakan PaTTAN system. Tulisan ini juga membahas tentang kesalahan dalam penyusunan progam ABA menurut Dr. Mary Barbera, yaitu: tidak meng-assess anak secara komprehensif, terlalu fokus terhadap akademik, tidak melatih self-care, penyusunan program yang terlalu tinggi dari sang anak dan tidak bekerjasama di antara tim: orangtua, guru, terapis, psikolog, dll.

Saya sarankan anda harus membaca atau membaca/melihat semua artikel/video di atas sebelum memulai program sendiri. Jika ada yang kurang dimengerti silahkan anda tanyakan supaya tidak salah dalam penerapannya. Untuk lebih update dengan program terbaru, silahkan join FB Group: Rury ABA/VB Untuk Autisma.

Idealnya program ini dimulai sesegera mungkin sejak anak terlihat ketinggalan dari sisi bahasa dan sosial dengan anak sebayanya. Usia terbaik memulai program adalah dibawah 3 tahun atau lebih muda lagi jika terlihat gejala-gejala autisma. Jika anak anda lebih dari 3 tahun tidak apa-apa, tetap banyak yang bisa mereka pelajari dari metoda ini. Anak saya sendiri memulai program ABA/VB ini di usia 4 tahun 4 bulan dan belum vokal. Yang penting adalah kita memandang ke depan dan tidak menengok ke belakang. Secara teori, umur anak berapapun bisa menggunakan metoda ini. Yuk semangat!!!

Peringatan: Informasi yang saya tulis harap digunakan sebagai informasi yang memperkaya pengetahuan anda, tetapi sebaiknya anda komunikasikan dengan professional yang menangani anak anda sebelum diterapkan. Ilmu yang saya sampaikan sesuai dengan keilmuan yang saya pelajari tetapi harus dipahami bahwa setiap kasus anak adalah unik. Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman atau penyalahgunaan dari informasi yang anda terima.