Mengajarkan Intraverbal

*
*
*
Setelah kita mengenal mand, tact dan echoic, verbal operant dari BF Skinner yang lainnya adalah intraverbal. Intraverbal adalah kemampuan seseorang untuk merespons pernyataan/pertanyaan dari lawan bicaranya. Antecedentnya adalah vokal pernyataan/pertanyaan, responsnya adalah verbal dan konsekuensinya adalah non specific reinforcer misalnya pujian. Contohnya adalah antecedentnya berbentuk “Apakah makanan favoritmu?”, behaviornya adalah anak berkata “kue” dan konsekuensinya adalah pujian, “pintar, jempol, dll”. Tujuan dari training intraverbal adalah anak akan menjawab dengan kata yang sesuai dengan pernyataan/pertanyaan tetapi tidak sama (bukan echoic).
*
Intraverbal diajarkan belakangan setelah mand, tact cukup kuat (total sekitar 50) dan listener responding (identifikasi/receptive language) juga sudah mahir untuk kata tersebut. Di dalam VB-MAPP atau alat assessmen secara verbal behavior untuk kemampuan anak dalam berbahasa dan sosial, mand, tact, echoic, listener responding berada di level 1, atau muncul di usia 0-18 bulan dari anak tipikal sementara kemampuan intraverbal baru muncul di level 2, di saat anak berusia 18 bulan ke atas. Memang di anak tipikal, kemampuan tanya jawab ini pun biasanya baru muncul di usia 18 bulan.
*
Sebagian anak autis memiliki bahasa yang cukup kaku sehingga intraverbal menjadi verbal operant yang cukup sulit untuk diajarkan karena konsep bahasanya yang lebih abstrak. Berbagai macam cara bertanya bisa ditanyakan dan berbagai macam juga jawaban yang bisa diberikan, serta jenis pertanyaan yang lintas verbal operant menjadikan intraverbal adalah verbal operant yang kompleks. Kemampuan anak untuk identifikasi, diskriminasi, generalisasi pertanyaan di berbagai setting (lokasi dan orang berbeda) sangat diperlukan. Kemampuan untuk mengerti perintah (listener responding), matching/samakan gambar, bermain, sosial dan imitasi gerak/echoic juga sangat penting menunjang kemampuan ini. Jika dasar dari kemampuan diatas belum mahir, anak akan cenderung menghapal jawaban tanpa mengerti maknanya.
*
Intraverbal ini adalah dasar dari percakapan 2 arah yang lebih kompleks nantinya. Intraverbal juga merupakan dasar dari aktivitas pendidikan seperti belajar di kelas, diskusi, membaca, presentasi adalah membangun intraverbal, dimana murid harus dapat menjelaskan dan menjawab tentang subyek yang diajarkan dengan bahasa yang sesuai.
*
Kata-kata intraverbal sederhana dapat diajarkan di natural environment, seperti meneruskan lagu, mengajarkan sambil aktivitas cuci (tangan), buka (pintu), setir (mobil), dll. Tetapi untuk jenis yang lebih sulit, intraverbal diajarkan dengan menggunakan gambar sebagai prompt, tetapi setelah anak mahir prompt pelan-pelan dihilangkan sehingga anak dapat menjawab secara mandiri. Pertanyaan dari intraverbal adalah pengetahuan umum yang biasanya dimiliki anak di atas usia 18 bulan, sebagai acuan dapat dilihat di VB-MAPP Intraverbal Subtest yang dapat dikembangkan sendiri oleh terapis atau orangtua sesuai kebutuhan. Di saat ini pun, pertanyaan sosial dari anak sudah dapat diajarkan seperti “Siapa namamu?”, “Berapa umurmu”?, “Dimana kamu tinggal?”, “Siapa nama ayahmu”, “Siapa nama ibumu?”, dll.
*
Cara mengajarkan intraverbal adalah sebagai berikut:
1. Ajarkan dengan mengisi titik-titik dari lagu atau kalimat sederhana. Kemampuan ini bisa diajarkan dari awal/level 1.
  • Cicak cicak (terapis) di dinding (anak)
  • Lihat (terapis) kebunku (anak)
  • Satu, dua (terapis) tiga (anak)
  • Suara kucing (terapis) miaw (anak)

2. Ajarkan pertanyaan dari daftar VB-MAPP Intraverbal subtest. Pilihlah pernyataan/pertanyaan yang ada hubungannya dengan anak terlebih dahulu (anak suka) atau anak sudah bisa melabel dan berbicara kata tersebut.

  • Level satu: Kamu duduk di (terapis) kursi (anak).
  • Level dua: Di mana kamu duduk? (terapis) kursi (anak)
  • Level tiga: Kursi untuk (terapis) duduk (anak)
  • Level empat: Untuk apakah kursi? (terapis) duduk (anak)
3. Cara mengajarkan Intraverbal
  • Setelah anak mahir sekitar 20 target level 1 baru lanjut ke level 2 demikian seterusnya sebelum naik ke level berikutnya.
  • Untuk pelatihan level 1 dan 2 jawaban harus bendanya. Gambar benda diletakkan di depan anak dengan syarat anak sudah mahir tacting, identifikasi (listener responding/receptive language) atau echoic. Observasi anak mana yang lebih kuat identifikasi, tacting, echoic, sehingga itu dapat digunakan untuk melatih intraverbal.
  • Untuk pelatihan level 3 dan 4 anak harus sudah paham kata kerja, sifat, fungsi dari benda tersebut. (karena pertanyaan untuk melengkapi juga sudah mulai masuk ke kata kerja, sifat, fungsi, kategori).
  • Melatih intraverbal erat kaitannya dengan melatih identifikasi (listener responding/receptive language) untuk lintas sifat, fungsi dan kategori dari benda (sama-sama target di level 2 VB-MAPP)
  • Transfer dari listener responding (identifikasi/receptive language) (asumsi anak sangat mahir listener responding dan ingin melatih intraverbalnya.

Contoh: terapis menyediakan gambar beberapa kartu (3-5)

· Terapis  : “Tunjuk/ambil kue “
· Anak     : Tunjuk/ambil kue – listener responding
· Terapis  : “Kamu makan”
· Anak     : “Kue” — intraverbal
  • Tranfer dari tact ke intraverbal (asumsi anak sangat mahir tact dan ingin melatih intraverbalnya)
      Contoh 1 (seperti video youtube)
· Terapis  : “Apa ini?”
· Anak     : “Apel” — tact
· Terapis  : “Sebutkan buah-buahan”
· Anak     : “Apel” — intraverbal
      Contoh 2
· Terapis  : “Apa ini?”
· Anak     : “Kursi” — tact
· Terapis  : “Kamu duduk di”
· Anak     : “Kursi” — intraverbal
  • Transfer dari echoic ke intraverbal (asumsi anak sangat mahir echoic dan ingin melatih intraverbalnya)
      Contoh 1 (seperti video youtube)
· Terapis  : “Apel”
· Anak     : “Apel” — echoic
· Terapis  : “Sebutkan buah-buahan”
· Anak     : “Apel” – intraverbal
      Contoh 2
· Terapis  : “Mobil”
· Anak     : “Mobil” — echoic
· Terapis  : “Kamu menyetir”
· Anak     : “Mobil” – intraverbal
4. Mengajarkan intraverbal juga dapat dipertajam di natural environment, misal kita menanyakan tentang aktivitas yang kita lakukan sehari-hari atau apa yang dilihat sehari-hari. Membaca buku juga merupakan aktivitas yang baik untuk mempertajam intraverbal.
Peringatan: Informasi yang saya tulis harap digunakan sebagai informasi yang memperkaya pengetahuan anda, tetapi sebaiknya anda komunikasikan dengan professional yang menangani anak anda sebelum diterapkan. Ilmu yang saya sampaikan sesuai dengan keilmuan yang saya pelajari tetapi harus dipahami bahwa setiap kasus anak adalah unik. Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman atau penyalahgunaan dari informasi yang anda terima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *