Memahami Telehealth

Telehealth bidang ABA adalah penggunaan teknologi informasi untuk memberikan support kepada seorang klien yang memerlukan terapi behavior yang dilakukan oleh praktisi. Sebelum terjadi pembatasan physical distancing sebetulnya telehealth sudah banyak dipakai dalam pemberian konsultasi terapi ABA kepada orang yang tinggal jauh dari konsultan. Dalam dunia ABA karena keterbatasan jumlah BCBA atau praktisi ABA di suatu daerah, penggunaan telehealth merupakan suatu jalan keluar dalam pelaksanaan terapi ABA di suatu daerah.  Apalagi kondisi saat ini yang tidak memungkinkan dilakukannya terapi langsung, telehealth merupakan alternatif yang paling baik, tidak ideal, tetapi paling tidak bisa memberikan arah dalam perkembangan program sang anak ke arah yang lebih baik. Telehealth bisa diberikan secara live, interaktif komunikasi menggunakan sarana video conference dengan terapi dilakukan langsung di pihak orangtua.

Untuk menyelenggarakan telehealth yang efektif harus dipikirkan sistem yang sesuai dengan kondisi dan situasi. Telehealth bukan memindahkan terapi langsung ke dalam komputer, tetapi tentu ada strategi tersendiri sehingga program diharapkan dapat sama suksesnya dengan program terapi langsung.

Yang pertama harus dilakukan adalah memberi informasi tentang program terapi online terhadap orangtua dan program yang akan dijalankan termasuk didalamnya apa yang diharapkan dari orangtua dan anak dalam menjalankan terapi ini seperti keterlibatan aktif orangtua dan keberadaan fasilitas komputer, wifi, dll. Motivasi orangtua adalah sangat penting, karena pelaksanaan ada di pihak orangtua, yang tentu mungkin banyak kegiatan dirumah. Orangtua harus paham apa yang diharapkan dan dia dapatkan pada setiap perjalanan terapi online.

Ada beberapa model dari telehealth, yaitu:

  1. Training dan coaching orangtua untuk secara aktif berinteraksi dengan anak (secara grup atau individidu)
  2. Metoda:
    1. Dilakukan oleh terapis yang disediakan oleh center atau orangtua
    1. Dilakukan oleh orangtua
    1. Gabungan dari terapis dan orangtua
  3. Program dan review dari BCBA  atau program supervisor)

Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Training, orangtua dan terapis bagaimana menjalankan telehealth termasuk pengambilan data dan teknik-teknik dasar dalam terapi ABA. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam pemberian tugas dan pengambilan data.
  2. Terapis harus memberi penjelasan program terapi hari itu dan juga memberikan rekapan di akhir tentang pelaksanaan program hari itu dan mungkin PR apa yang dilakukan oleh orangtua sesudah itu
  3. Yang terbaik adalah konsultan atau terapis sudah pernah bertemu anak langsung sehingga proses pairing akan menjadi lebih mudah, dan konsultan atau terapis memiliki pengetahuan kira-kira dimana posisi anak dalam program.
  4. Untuk memperlancar proses, pairing kan anak dengan komputer yang akan dilakukan terapi online. Pemberian material bisa diberikan melalui screen sharing dan reinforcer pun bisa ter-deliver melalui koomoputer, jika memungkinkan
  5. Perhatikan umur anak, jika anak berumur dibawah 4tahun mungkin akan sulit mengharapkan anak untuk duduk di depan komputer dalam waktu yang lama. Waktu terapi bisa dibagi 2 dimana ada istirahat ditengah atau bisa dialokasikan untuk melakukan training pada orangtua.
  6. Mungkin ada beberapa jenis ketrampilan yang tidak bisa diajarkan melalui komputer sehingga harus diajarkan oleh orangtua langsung pada anak, dengan bantuan coaching dari terapis.
  7. Secara sensori mungkin anak perlu bergerak, sehingga diperlukan dipikirkan waktu atau tempat anak bermain dengan reinforcer yang bisa disiapkan di dekat tempat training online. 
  8. Orangtua menyiapkan program, lembar data, reinforcer, peralatan terapi dll dekat dengan komputer