Meraih BCBA

*
Perkenalkan dulu sebelumnya, saya Rury. Kalau diperhatikan di belakang nama saya ada MEd dan BCBA. Abaikan MSc karena kebetulan tidak ada hubungannya dengan tulisan saya ini. Sebetulnya saya bukan tipe orang yang suka menulis gelar, tetapi sebagai orang baru dan berada di bidang yang baru keliatannya penting untuk memperkenalkan diri. Toh semua saya capai sendiri dengan kerjaan yang lumayan berat, tidak ada salahnya kan untuk memberikan informasi yang benar.
*
Master of Education saya dapatkan karena saya sekolah lagi ambil Master (S2) di School of Education dari Arizona State University, USA jurusan Curriculum and Instruction: Applied Behavior Analysis (ABA). Program total selama 5 term yang saya selesaikan dalam 20 bulan. Program Master di bidang ABA ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan BCBA (Board Certified Behavior Analyst) yang dikeluarkan oleh BACB (Behavior Analyst Certification Board) yang adalah suatu badan non profit yang tugasnya mengakreditasi profesi Behavior Analyst di seluruh dunia, berpusat di Amerika Serikat.
*
Behavior Analyst adalah nama profesi yang mendapatkan ijin praktek independen untuk memberikan behavior-analytic services (ABA) yang berlaku internasional. Dalam menjalankan tugasnya seorang behavior analyst juga harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh BACB dalam The BACB Professional and Ethical Compliance Code for Behavior Analysts, yang berisi tanggung jawab dari profesi behavior analyst terhadap klien, profesi behavior analyst, termasuk BACB, sesama behavior analyst dan masyarakat umum. Lebih dari itu, seorang behavior analyst juga harus paham dan mengikuti teknik dan prosedur ABA yang digariskan dalam The BACB Fourth Edition Task List.
*
Yang harus dimengerti adalah ABA yang saya pelajari sangat luas sementara ABA yang berada di pikiran orang kebanyakan yang biasa disebut Metoda Lovaas atau Discrete Trial Teaching (DTT) hanya salah satu dari teknik ABA, sebagian kecil dari yang saya pelajari, bukan ABA sebenar-benarnya.
*
Di seluruh dunia, sekitar 280+ universitas terpandang yang menawarkan program ABA (belajar di kampus dan/atau online) dengan mayoritas berada di Amerika Serikat dan sudah meluas ke negara lain seperti Inggris, Perancis, Itali, Rusia, Australia, New Zealand, Jepang, China, dll.
*
Ilmu ABA yang ditawarkan oleh universitas di atas saat ini berada dibawah sekolah ilmu psikologi atau ilmu pendidikan, khususnya ilmu pendidikan untuk individu berkebutuhan khusus. Sebagai informasi BCBA juga memiliki BCBA-D yang artinya seorang behavior analyst yang memiliki gelar minimal doctor (S3) bidang ABA. Untuk tenaga pengajarpun universitas besar memiliki BCBA-D yang bergelar professor.
*
Untuk perkuliahan yang saya ikuti, materi dan pekerjaan yang tidak sedikit, meliputi konsep, teknik dan prosedur ABA yang digariskan dalam The BACB Professional and Ethical Compliance Code for Behavior Analysts dan The BACB Fourth Edition Task List. Setiap mata kuliah yang dilaksanakan wajib diikuti dengan membaca text book, membaca dan membedah artikel dari jurnal-jurnal yang terpandang di bidang ABA di antaranya Journal Applied Behavior Analysis, Journal of the Experimental Analysis Behavior, the Analysis of Verbal Behavior, diskusi dan presentasi, tugas berkelompok, penulisan laporan, studi kasus, review jurnal dan masih banyak lagi. Beberapa mata kuliah mensyaratkan ujian di akhir kuliah, sementara mata kuliah yang lain mensyaratkan penulisan karya tulis dari materi tertentu atau studi kasus dari klien yang saat ini menggunakan teknik-teknik yang di ajarkan.
*
Selain harus lulus master, seorang behavior analyst diwajibkan untuk kerja praktek dibawah bimbingan langsung dari seorang supervisor yang bersertifikat BCBA dan sudah mengikuti pendidikan khusus menjadi supervisor BCBA. Kerja praktek total selama 1500 jam meliputi bimbingan teori dan praktek dari semua konsep, teknik dan prosedur ABA yang digariskan dalam The BACB Professional and Ethical Compliance Code for Behavior Analysts dan The BACB Fourth Edition Task List.
*
Setelah lulus program master dan kerja praktek di atas, barulah seorang calon behavior analyst dapat mengajukan permohonan ujian ke BACB yang jika disetujui dapat mengikuti ujian. Untuk diketahui, BACB memberikan standar yang cukup tinggi sehingga tingkat kelulusan seorang calon behavior analyst di ujian yang pertama berada di kisaran 60%, untuk tahun 2015 adalah 65% dan tahun 2016 adalah 66%. Demikianlah sekilas info bagaimana menjadi seorang profesional behavior analyst atau BCBA.
*
Sementara itu dalam menjalankan tugasnya, seorang behavior analyst dapat di bantu oleh BCaBA (Board Certified Assistant Behavior Analyst) dan RBT (Registered Behavior Technician). BCaBA adalah seorang praktisi ABA level sarjana (S1) yang dalam prakteknya harus dalam supervisi BCBA, tetapi mereka bisa membawahi RBT. RBT adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan sehari-hari dari terapi ABA. RBT minimal memiliki ijazah SMA dan mendapatkan training 40 jam di bidang ABA, lulus ujian komptensi tentang RBT Task List (teknik-teknik dasar pelaksanaan terapi ABA) dari BCBA dan lulus ujian internasional dari BACB. Seperti dijelaskan di atas, BCaBA dan RBT tidak dapat menjalankan praktek sendiri melainkan harus berada dibawah supervisi BCBA.
*
Seorang BCBA memiliki kemampuan untuk melakukan analisa menyeluruh dalam menganalisa klien untuk meningkatkan perilaku prososial seperti pengajaran bahasa, akademik, life-skills dll atau mengurangi perilaku bermasalah seperti tantrum, tidak menuruti perintah, dll. Jadi BCBA menjalankan ABA yang komprehensif, ilmu sains yang valid dan sistematis, bukan hanya sekedar Metoda Lovaas atau DTT.
*
Seorang BCBA harus terus belajar dan memperbaharui ilmunya karena ilmu ABA yang dinamis dan selalu berkembang dengan keharusan mengumpulkan 32 kredit yang setara dengan 32 jam training dalam 2 tahun berlakunya sertifikasi. Training ini harus didapatkan dari lembaga-lembaga yang disetujui oleh BACB.
*
Catatan: Rury Soeriawinata adalah juga seorang sarjana kimia ITB dan Master of Science di bidang Engineering Business Management dari University of Warwick, UK.
*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *