VB-MAPP Milestones 3

VB-MAPP level 2

VB-MAPP level 2 adalah perkembangan anak typical usia 18-30 bulan, dimana anak di rentang usia tersebut sudah dapat berbicara tetapi percakapan belum bisa 2 arah. Anak juga sudah memiliki ketrampilan dasar untuk mand, tact, mengecho 2 suku kata atau lebih.  Dalam usia ini anak juga sudah mulai dapat diajak kerjasama duduk di meja, mengikuti perintah dan melakukan imitasi gerakan. Anak juga sudah mulai memiliki keterampilan bermain dan mulai tertarik untuk bermain sosial, walaupun baru bermain secara parallel dengan anak sebaya.

Fokus dari intervensi level 2 adalah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan sosial sang anak dengan mulai mengenalkan lebih banyak lagi kata benda, kata kerja, kata sifat. Anak juga sudah mulai dikenalkan untuk berbicara 2 atau 3 kata dalam kalimat dan mulai dikenalkan konsep menjawab pertanyaan (intraverbal). Listener responding juga mulai mengenalkan fungsi, sifat dan kategori dari suatu benda. Kemampuan bermain dan sosial juga mulai dikembangkan termasuk kemampuan belajar dalam grup (sekolah). Tempat belajarpun juga diperluas dalam berbagai setting dan mulai dapat ditingkatkan belajar di natural environment (natural environment training – NET).

Material Yang Dibutuhkan

  1. Pasangan barang-barang yang membuat anak bisa mand untuk sesuatu yang hilang contohnya: jus box tanpa sedotan, rel tanpa kereta api, Mr. Potato head tanpa anggota badan, bubble tanpa peniup, balon yang belum ditiup.
  2. Buku bergambar dan kartu-kartu untuk:
    1. Tacting : barang, kata kerja, aktivitas dalam kehidupan sehari-hari
    2. Matching-to-sample: barang yang sama
    3. LRFFC, contohnya:
      • Gambar binatang yang bersuara spesifik seperti sapi, bebek, anjing, kucing, burung hantu.
      • Gambar barang yang berfungsi sama atau dalam kategori yang sama seperti pakaian, furniture, makanan, transporatasi, instrument musik, mainan, barang-barang sekolah
      • Gambar dengan warna atau bentuk yang sama seperti apel merah, mobil merah, rumah petani (barn) merah dan bola bundar, balon bundar dan jeruk bundar.
    4. Gambar barang yang sama untuk matching-to-sample seperti sendok, mobil, sepatu, kartun favorit anak.
    5. Gambar barang yang berwarna sama untuk pengelompokan warna seperti mobil merah, topi merah, truk merah, pisang kuning, balon kuning dan truk kuning.
    6. Gambar barang yang berbentuk sama tetapi berbeda warna untuk pengelompokan seperti kotak merah, kotak biru, lingkaran merah, lingkaran biru.
    7. Gambar barang yang sama tetapi berbeda seperti bola basket dan bola sepakbola.
    8. Gambar barang yang sama untuk matching-to-sample dalam barisan seperti 3 atau 4 sendok dalam barisan dengan pisau dan garpu
    9. Barang 3D untuk di samakan dengan gambar 2D minimal sebanyak 10 barang, contoh mainan makanan, boneka/figure favorit anak.
    10. Gunting, lem, krayon dan kertas
    11. Barang (atau rekaman) untuk rekaman suara dari lingkungan seperti bunyi telfon, bel, bayi nangis, anjing menggonggong dan klakson mobil
    12. Insert puzzle: 4 atau 5 buah untuk anak usia 1-3 tahun
    13. Mainan ring yang disusun ke atas
    14. Mainan untuk assessment cara bermain seperti balok, lego, kereta api, boneka, rumah-rumahan, dll
    15. Mainan untuk assessment bermain sosial seperti mainan tea set, masak-masakan, mainan makanan, boneka, topi pemadam kebakaran, dokter-dokteran, dll.

Mand Level 2

  1. Nilai 1 jika anak dapat mand 20 pasangan benda yang hilang tanpa prompt (kecuali dengan promt “Apa yang hilang?” “Apa yang kamu butuhkan?”. Sebaiknya barang tersebut yang memang anak butuhkan sehingga anak termotivasi untuk meminta. Contoh: anak meminta kertas karena diberi krayon, anak meminta sedotan saat diberi kotak jus, anak meminta peniup bubble jika diberi bubble, dll. Nilai ½ jika anak dapat meminta 10 pasangan benda yang hilang tanpa prompt.
  2. Nilai 1 jika anak dapat mand 5 jenis kata kerja atau aktivitas selama observasi atau testing tanpa prompt selain verbal prompt “Apa yang kamu ingin saya lakukan?”. Sebaiknya aktivitas tersebut adalah yang anak inginkan saat itu. Contohnya anak meminta “buka” pintu saat ingin keluar, “dorong” untuk mendorong ayunan. Nilai ½ jika anak dapat mand 2 jenis kata kerja atau aktivitas selama observasi atau testing tanpa prompt selain verbal prompt “Apa yang kamu ingin saya lakukan?”
  3. Nilai 1 jika anak dapat menghasilkan 5 mand berbeda yang terdiri dari 2 kata atau lebih (tidak termasuk saya mau___) selama 1 jam observasi. Contoh: buka pintu, makan nasi, pergi keluar. Nilai ½ jika anak dapat menghasilkan 2 mand berbeda yang terdiri dari 2 kata atau lebih (tidak termasuk saya mau____) selama 1 jam observasi.
  4. Nilai 1 jika anak dapat menghasilkan spontan 15 mand yang berbeda (tanpa prompt) selama 30 menit observasi. Mand dalam kontrol motivasi. Nilai ½ jika anak dapat menghasilkan spontan 8 mand yang berbeda (tanpa prompt) selama 30 menit observasi. Contoh: Saya mau gendong, giliran saya, mau jus lagi, minta minum.
  5. Nilai 1 jika anak dapat menghasilkan 10 mand baru tanpa dilatih. Catat mand tersebut dalam lembar data. Nilai ½ jika anak dapat menghasilkan 5 mand baru tanpa dilatih.

Tact Level 2

  1. Nilai 1 jika anak dapat tact 25 kata benda ketika ditanya “Apa ini?”. Nilai ½ jika anak dapat tact 20 kata benda ketika ditanya “Apa ini?”
  2. Nilai 1 jika anak dapat generalisasi tact 3 gambar yang sama dari 50 kata benda. Misal 3 mobil berbeda, 3 apel berbeda. Nilai ½ jika anak dapat generalisasi tact 2 gambar yang sama dari 50 kata benda.
  3. Nilai 1 jika anak dapat tact 10 kata kerja ketika ditanya “Apa yang saya lakukan?” “Apa yang terjadi?”. Contoh: lompat, makan, menangis, membaca. Nilai ½ jika anak dapat tact 5 kata kerja ketika ditanya “Apa yang saya lakukan?” “Apa yang terjadi?”
  4. Nilai 1 jika anak dapat tact 50 kombinasi 2 kata untuk kata benda dan kata kerja atau kebalikannya. Dapat menggunakan prompt “Apa yang dia lakukan?” Dapat gunakan kata benda dan kata kerja yang sudah anak ketahui. Contoh: cuci muka, bayi nangis, dia tidur. Nilai ½ jika anak dapat tact 25 kombinasi 2 kata untuk kata benda dan kata kerja atau kebalikannya.
  5. Nilai 1 jika anak dapat tact 200 kata benda dan/atau kata kerja. Bisa juga menggunakan buku bergambar anak-anak. Nilai ½ jika anak dapat tact 150 kata benda dan/atau kata kerja.

Listener Responding Level 2

  1. Nilai 1 jika anak dapat memilih/menunjuk 40 gambar berbeda dari 6 gambar yang disusun acak dengan perintah “Temukan kursi” “Sentuh bola” “Tunjuk kucing”. Nilai ½ jika anak dapat memilih/menunjuk 25 gambar berbeda dari 6 gambar yang disusun acak.
  2. Nilai 1 jika anak dapat generalisasi memilih/menunjuk 50 gambar berbeda (generalisasi 3 benda sama) dari 8 gambar yang disusun acak. Contoh: 3 mobil beda warna. Nilai ½ jika anak dapat memilih/menunjuk 25 gambar berbeda (generalisasi 2 benda sama) dari 8 gambar yang disusun acak.
  3. Nilai 1 jika anak dapat melakukan 10 aktivitas jika diminta tanpa imitasi (mendekati ativitas tersebut dapat diterima). Nilai ½ jika anak dapat melakukan 5 aktivitas jika diminta tanpa imitasi (mendekatai aktivitas tersebut dapat diterima).
  4. Nilai 1 jika anak dapat melakukan 50 aktivitas kombinasi kata kerja dan kata benda atau kebalikannya. Contoh: tunjukkan boneka tidur, tunjukkan spin krayon. Nilai ½ jika anak dapat melakukan 25 aktivitas kombinasi kata kerja dan kata benda atau kebalikannya.
  5. Nilai 1 jika anak dapat menunjuk 250 kata benda dalam buku, gambar atau lingkungan. Nilai ½ jika anak dapat menunjuk 150 kata benda dalam buku, gambar atau lingkungan.

Kemampuan Persepsi Visual dan Menyamakan (VP-MTS) Level 2

  1. Nilai 1 jika anak dapat menyamakan obyek atau gambar yang sama dalam 6 gambar acak untuk 25 jenis benda. Nilai ½ jika anak dapat menyamakan obyek atau gambar yang sama dalam 4 gambar acak untuk 15 jenis benda.
  2. Nilai 1 jika anak dapat mengelompokkan 10 warna atau bentuk yang berbeda dari obyek hanya dengan prompt “kelompokkan warna” atau “kelompokkan bentuk”. Nilai ½ jika anak dapat mengelompokkan 5 warna atau bentuk yang berbeda.
  3. Nilai 1 jika anak dapat menyamakan obyek atau gambar yang sama dalam 8 gambar (3 diantaranya memiliki obyek yang mirip) yang diatur acak untuk 25 benda. Contoh: menyamakan anjing ke anjing dimana anjing berada dalam 8 gambar berbeda dengan 3 diantarnya binatang mirip anjing seperti kucing, babi, kuda poni. Nilai ½ jika anak dapat menyamakan obyek atau gambar yang sama dalam 6 gambar (3 diantaranya memiliki obyek yang mirip) yang diatur acak untuk 15 benda.
  4. Nilai 1 jika anak dapat menyamakan 25 obyek atau gambar yang tidak sama dalam 10 gambar acak (memiliki minimal 3 stimuli yang mirip). Contoh bermacam transportasi truk, bus, sedan, jip, sedan. Kemudian anak diberi jenis sedan lain, apakah bisa menyamakan dengan sedan yang bermerek beda? Nilai ½ jika anak dapat menyamakan 15 obyek atau gambar yang tidak sama dari 10 gambar acak (memiliki minimal 3 stimuli yang mirip).
  5. Nilai 1 jika anak dapat menyamakan 25 obyek atau gambar yang tidak sama, obyek (3D) ke gambar (2D) dan sebaliknya dari 10 gambar/obyek acak (memiliki 3 stimuli mirip). Contoh gambar apel ke mainan plastic apel, tetapi dalam pilihan gambar ada gambar tomat merah, bola merah selain apel merah. Apakah anak bisa menyamakan plastic apel ke gambar apel? Nilai ½ jika anak dapat menyamakan 15 obyek atau gambar yang tidak sama, obyek (3D) ke gambar (2D) dan sebaliknya dari 10 gambar/obyek acak (memiliki 3 stimuli mirip).
Peringatan: Informasi yang saya tulis harap digunakan sebagai informasi yang memperkaya pengetahuan anda, tetapi sebaiknya anda komunikasikan dengan professional yang menangani anak anda sebelum diterapkan. Ilmu yang saya sampaikan sesuai dengan keilmuan yang saya pelajari tetapi harus dipahami bahwa setiap kasus anak adalah unik. Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman atau penyalahgunaan dari informasi yang anda terima.